Senin, 24 Juni 2013

Sertifikasi dalam bidang IT



Definisi

Secara garis besar sertifikasi IT adalah "sebuah bentuk penghargaan yang diberikan kepada seorang individu yang dianggap memiliki keahlian dalam bidang IT tertentu / spesifik". Bentuk penghargaan ini berupa sertifikat khusus yang umumnya disertai dengan titel tertentu. Jika pernah mendengar istilah semacam CCNA, MCTS, CEH, OCP, dlsb, itulah contoh titel bagi seorang pemegang sertifikat IT. Sertifikat IT ini berlaku Internasional dan dirilis / diterbitkan oleh vendor atau organisasi khusus yang tentunya sudah diakui secara Internasional juga. Bidangnya sendiri beragam, mulai dari sistem operasi, aplikasi, networking, programming, database, hingga IT management.

Jenis Sertifikasi IT

Pada dasarnya sertifikasi IT ini dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu Vendor Based dan Vendor Neutral.

Vendor Based

Sertifikasi vendor based adalah sertifikasi IT yg dikeluarkan oleh vendor tertentu dan materi ujiannya jelas mengacu pada produk atau teknologi yg memang dirilis oleh vendor tersebut. Contoh vendor yang merilis sertifikasi ini diantaranya Microsoft, Cisco, Oracle, Symantec, HP, Huawei, dst. Contoh title sertifikasinya misalnya MCTS, MCITP, OCP, CCNA, dst.

Vendor Neutral

Sesuai namanya, sertifikasi ini dirilis oleh suatu badan atau organisasi yg tidak terikat ke vendor manapun, dengan kata lain cakupannya global. Materi ujian untuk sertifikasi ini jelas sangat luas dan tentunya kita juga harus mengetahui produk dan teknologi dari multiple vendor. Dan karena cakupannya global maka sertifikasi Vendor Neutral umumnya memiliki rating yang lebih tinggi dibandingkan sertifikasi Vendor Based. Contoh organisasi yg merilis sertifikasi ini misalnya CompTIA serta EC-Council, dan contoh title sertifikasinya misalnya A+, Network+, CEP, CEH, dst.


Penyelenggara dan Pengatur Ujian

Seperti telah disinggung diatas, cara untuk mendapatkan sertifikasi ini sangat mudah, yaitu dengan mengikuti ujian di tempat2 khusus ujian. Ada banyak perusahaan yg bertindak sebagai penyelenggara ujian ini, namun dari sekian banyaknya hanya ada 3 perusahaan resmi yang umum terlibat sebagai penyelenggara ujian ini, yaitu Prometric, Pearson Vue (sering disingkat Vue saja), dan Certiport. Perusahaan2 tsb kemudian menunjuk perwakilan / partner di tiap2 negara untuk mempermudah proses pelaksanaan ujian ini. Dengan demikian, kita mengikuti ujian di perusahaan yg menjadi perwakilan / partner tersebut atau yg umum disebut dgn Authorized Test Center (ATC).

Baik Prometric, Vue ataupun Certiport umumnya menangani vendor atau organisasi yg berbeda. Misalnya ujian sertifikasi Microsoft ditangani oleh Prometric, ujian sertifikasi Office ditangani oleh Certiport, ujian sertifikasi Cisco dan Oracle ditangani oleh Vue, dst. Jadi jika Anda hendak mengikuti ujian sertifikasi, pastikan dulu sebelumnya sertifikasi yang hendak Anda ambil tersebut ditangani oleh siapa, apakah Prometric, Vue atau Certiport.


Materi dan Kode Ujian

Ini adalah hal yg sering ditanyakan oleh orang2 yg berminat untuk mengikuti ujian sertifikasi, yaitu materi ujian apa yg sebaiknya diambil? jawabannya jelas kembali ke diri kita masing2. Apa bidang yg kita kuasai maka itulah materi ujian yg sebaiknya kita ambil. Jangan pernah mengambil ujian sertifikasi karena trend atau sedang populer. Misalnya saat CCNA sedang populer maka kita ikut2an ambil ujian tersebut, padahal bidang yg kita kuasai adalah programming. Alhasil banyak orang yg gagal karena ikut2an trend tersebut. Ingat, sertifikasi yg kita ambil merupakan sebuah bukti pengakuan dari keahlian yg kita miliki.

Oleh karenanya, pikirkan baik-baik apa keahlian yg memang kita miliki / kita kuasai. Jika merasa belum memiliki keahlian apapun, kembalikan ke minat kita sendiri atau ke bidang pekerjaan yg sedang digeluti. Misalnya kita berminat untuk mempelajari Linux dan bercita2 ingin menjadi seorang Linux Administrator, maka cari tau terlebih dahulu vendor mana saja yg menyediakan sertifikasi Linux tersebut, apa saja garis besar materi ujiannya, berapa biaya ujiannya, dimana bisa mengikuti ujian tersebut, dan info2 lainnya yg dirasa perlu. Dengan adanya Internet, tentunya sangat mudah sekali mencari informasi2 tersebut.

Setiap materi ujian IT juga selalu memiliki kode yang unik yg lazim disebut dengan kode ujian atau Exam Code. Jadi jika telah menemukan materi ujian yang ingin diambil, perhatikan baik-baik kode ujiannya. Kode ujian ini bisa didapatkan di situs vendor atau di situs organisasi yg membuat ujian tersebut. Gambar berikut ini memperlihatkan contoh kode2 ujian yg bisa kita dapatkan di situs2 Internet.

Track Ujian

Hampir sebagian besar sertifikasi IT ini menerapkan sistem berjenjang atau level yang umum disebut dengan track ujian atau Exam Track. Sistem ini digunakan untuk memecah materi ujian kedalam bagian-bagian yang lebih kecil, diawali dengan materi dasar hingga materi lanjutan yang tentunya dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Agar lebih mudah dalam memahami Track Ujian ini, perhatikan contoh berikut ini.

Misalnya kita telah lulus ujian Windows 7 Client Configuration dengan kode ujian 70-680, maka kita berhak mendapatkan sertifikat dan title MCTS. Namun jika diinginkan, kita dapat mengambil ujian lanjutannya yaitu ujian Windows 7 Enterprise Desktop Support Technician dengan kode ujian 70-685. Jika lulus juga maka kita berhak mendapatkan sertifikat dan title MCITP. Inilah yang disebut dengan track ujian. Artinya, jika kita ingin mendapatkan title MCITP tersebut maka kita harus mengikuti 2 buah ujian, yaitu ujian dengan kode 70-680 dan 70-685. Namun jika kita tidak ingin melanjutkan juga jelas tidak masalah, karena dengan lulus salah satu ujian juga kita sudah mendapatkan sertifikat dan title MCTS.

Ada juga track ujian yang bersifat mandatory atau keharusan. Contohnya sertifikat CompTIA A+. Untuk mendapatkan sertifikat tersebut maka kita harus lulus 2 buah ujian, yaitu ujian dengan kode 220-701 dan 220-702. Jika kita baru lulus salah satu ujian saja, maka kita belum bisa mendapatkan sertifikat tersebut.

Informasi track ujian ini selalu dimuat di situs2 vendor atau organisasi pembuat sertifikat tersebut. Pelajari terlebih dahulu track ujian ini agar kita tidak salah melangkah jika memang ingin melanjutkan ke jenjang sertifikasi yg lebih tinggi lagi.

Biaya Ujian

Ujian sertifikasi IT ini tentunya tidak gratis. Biayanya sendiri bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk satu kali ujian. Jika tidak lulus jelas uang tidak akan kembali yg artinya jika ingin mengulang kembali ujian tersebut maka kita harus membayar sejumlah uang lagi. Oleh karena itu, persiapkan diri sebaik2nya sebelum mengikuti ujian agar biaya yg sudah dibayarkan tidak sia2.


Pelaksanaan Ujian

Di tempat ATC, seorang staff yg disebut dengan Test Administrator (TCA) akan membantu kita dari mulai pendaftaran hingga ujian selesai. Ujiannya sendiri akan dilaksanakan di sebuah ruangan khusus yg diawasi oleh camera / cctv yg bertujuan untuk mempermudah pengawasan serta mencegah terjadinya kecurangan. Kita juga tidak diperkenankan untuk membawa barang apapun kedalam ruangan ujian. Tas, alat tulis, hingga handphone atau gadget yg kita bawa harus kita simpan terlebih dahulu di sebuah locker yang sudah disediakan.
Di ruangan inilah kita melaksanakan ujian dengan menggunakan bantuan komputer. Jadi rangkaian soal2 yg harus dijawab ditampilkan di layar komputer dengan software khusus dan kita kemudian menjawab soal-soal tersebut hingga selesai. Ujian dengan menggunakan bantuan komputer ini lazim disebut dengan istilah CBT atau Computer Based Test.
Setelah ujian selesai, hasilnya akan langsung diperlihatkan saat itu juga..!! Jika kita lulus, maka TCA akan memberikan lembar hasil ujian berupa score serta status lulus / tidaknya.
Setelah ujian selesai, hasilnya akan langsung diperlihatkan saat itu juga..!! Jika kita lulus, maka TCA akan memberikan lembar hasil ujian berupa score serta status lulus / tidaknya.


Jenis Soal Ujian

Ada 2 jenis soal yg akan kita dapatkan pada ujian sertifikasi IT, yaitu Direct Question dan Case Study.

Direct Question

Direct Question atau disebut juga Straight Question, adalah jenis soal langsung. Disebut langsung karena jenis soal ini tidak bertele2 alias langsung ke pokok pertanyaannya.

Case Study

Sesuai dengan namanya, Case Study adalah jenis soal berupa studi kasus. Uraian soalnya umumnya sangat panjang dan mengharuskan kita untuk menganalisa kasus tersebut dengan cermat agar kita bisa mengetahui pokok permasalahannya dan apa yg ditanyakannya. Contoh dari soal studi kasus ini biasanya diawali dengan sebuah cerita, misalnya "Di sebuah company XYZ, terdapat 1000 unit PC client dan 10 server Linux. Arsitektur networknya menggunakan 5 buah router dan 200 switch dengan pola IP-Address. Dst.."

Metode Penyampaian Soal

Ada banyak metode / cara yang digunakan dalam penyampaian soal ini, yaitu:

Multiple Choice

Nyaris sebagian besar ujian sertifikasi IT menggunakan metode Multiple Choice atau pilihan berganda ini. Faktor ketelitian mutlak diperlukan saat kita berhadapan dengan soal multiple choice ini karena banyak soal yg menjebak dengan memberikan pilihan jawaban yg hampir mirip.

Essay

Essay adalah soal yg harus kita jawab dgn rangkaian kalimat hasil pemikiran sendiri. Kendala umum yg dihadapi kita saat berhadapan dgn soal Essay ini adalah bahasa, kadang kita tahu jawabannya namun sulit untuk menuliskannya dalam bahasa Inggris.

Simulasi

Simulasi adalah soal yg harus kita jawab dengan mempraktekannya secara langsung pada sebuah simulasi atau peraga. Soal ini contohnya terdapat pada soal ujian sertifikasi Microsoft Office, misalnya saat ditanyakan bagaimana cara menyimpan file, maka yg harus kita lakukan adalah menjalankan perintah untuk menyimpan file tersebut pada aplikasi Word yg berupa simulasi.

Praktek

Soal ini umumnya terdapat pada sertifikasi yg berhubungan dgn dunia networking. Soal praktek ini mirip dengan simulasi dimana soal yg ditanyakan harus kita jawab dgn mempraktekannya secara langsung, bedanya adalah kita harus mempraktekannya pada alat / device yg sesungguhnya.

Presentasi

Soal presentasi umumnya terdapat pada sertifikasi IT yg berhubungan dgn dunia training IT, misalnya jika kita ingin meraih sertifikat sebagai seorang trainer CompTIA atau CEI, maka kita diharuskan untuk melakukan presentasi dgn topik-topik yg telah ditentukan.


Persiapan Ujian

Setelah kita mengetahui beberapa hal tentang apa itu ujian sertifikasi IT dan bagaimana cara mendapatnya, tentunya kita harus mempersiapkan diri kita. Beberapa persiapan yg harus diperhatikan diantaranya adalah sbb.:

Bahasa

Sertifikasi IT berlaku dan diakui secara Internasional, dan bahasa yg dipergunakan jelas adalah bahasa Inggris. Dari mulai formulir pendaftaran ujian, formulir feedback, petunjuk pelaksanaan ujian hingga soal2 ujiannya semuanya menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu persiapkan juga kemampuan kita dalam bahasa Inggris ini.

Pengalaman lapangan

Real World Experience atau pengalaman lapangan di dunia nyata adalah "mutlak" diperlukan. Jangan pernah nekad mengambil ujian sertifikasi jika kita belum memiliki pengalaman lapangan sama sekali. Pengalaman ini tentunya bisa didapatkan dengan berbagai cara, walaupun kadang tanpa kita sadari. Misalnya karyawan yg sehari2 memang bekerja di bagian IT sudah pasti memiliki pengalaman lapangan ini. Atau misalnya kita pernah membantu instalasi dan konfigurasi jaringan saat teman kita membuka warnet, ini juga bisa dibilang pengalaman. Atau barangkali saat kuliah kita terlibat sebagai teknisi dan asisten di lab kampus, maka ini juga sudah termasuk kedalam pengalaman lapangan. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Konsep dan teori

Pengalaman tanpa didukung konsep dan teori adalah suatu hal yg percuma, oleh karenanya perluaslah keahlian kita dengan pengetahuan dari sisi teori serta konsepnya. Contoh nyata dari hal ini adalah banyak sekali para programmer yg bisa dibilang ahli dalam merancang sebuah aplikasi, namun saat ditanya bagaimana flowchart atau algoritma dari aplikasi tersebut mereka sama sekali tidak tau. Atau seorang network administrator yg sangat ahli dalam merancang jaringan berikut routingnya tapi tidak tau bahkan tidak mengenal apa itu 7 layer OSI. Nah contoh2 ini menjelaskan sebuah pengalaman lapangan yg menjadi percuma karena tdk didukung oleh konsep dan teori yg memadai.

Banyak sumber pembelajaran yang bisa kita gunakan untuk mendalami konsep dan teori ini. Bisa dari buku2 persiapan ujian, menelusuri beragam technical blog, bergabung ke forum2 diskusi, dlsb.
Latihan Soal2 Ujian
Latihan soal2 ujian jelas harus dilakukan agar kita mengenal dan terbiasa menghadapi beragam tipe soal ujian yg akan kita hadapi. Di Internet banyak sekali resources yg menyediakan latihan soal2 ujian ini.

Training

Banyak Training Center yg menyelenggarakan training persiapan ujian sertifikasi, dan di kalangan publik kemudian muncul opini bahwa jika kita ingin lulus ujian sertifikasi maka kita harus mengikuti training dulu. Opini ini sama sekali tidak benar. Tujuan dari training adalah sekedar untuk membantu pemahaman kita terhadap materi ujian, tapi jelas tidak menjamin bahwa kita akan lulus setelah mengikuti training ini. Banyak para pakar IT yg memiliki sederetan sertifikasi IT tanpa pernah sekalipun mengikuti training ini alias belajar sendiri secara otodidak.


Benefit

Keuntungan yang bisa didapat dari mengikuti sertifikasi di bidang IT adalah sebagai berikut :

Memberikan Nilai Tambah untuk Meningkatkan Daya Saing dalam Bidang IT

Setiap tahunnya semakin banyak para sarjana yg dihasilkan di Indonesia, dan peluang masuk kedalam dunia kerja tentunya akan membawa kita untuk bersaing dengan para sarjana tersebut. Disinilah perlunya sebuah nilai tambah atau nilai lebih dari kita yg setidaknya memberikan sedikit perbedaan dan tentunya sebuah keunggulan tersendiri. Dan salah satunya yg bisa memberikan nilai tambah tersebut adalah sertifikat IT.

Mendapatkan Pengakuan Internasional untuk Kompetensi atau Skill dalam Bidang IT Tertentu
Sertifikat IT mendapatkan pengakuan secara Internasional, hingga ke negara mana pun kita membawa sertifikat tersebut, maka sertifikat tersebut selalu diakui. Hal ini jelas bisa meningkatkan peluang karir kita untuk merambah ke negara2 lain.

Meningkatkan Peluang Karir Professional dalam Bidang IT

Dalam dunia kerja, banyak perusahaan memiliki pandangan dan penilaian lebih terhadap karyawannya yg telah memiliki sertifikat IT. Hal ini akan berdampak pada peningkatan karir bagi kita yg tentunya akan berdampak pula pada peningkatan salary atau kesejahteraan kita di perusahaan tersebut.

Pengakuan dan Kebanggaan keluarga

Mendapatkan sertifikat IT bisa dibilang merupakan prestasi bagi kita mengingat cara memperolehnya yg memang tidak mudah. Dan prestasi ini tentunya akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita maupun bagi orang tua kita.


Penutup

Akhirnya selesai juga rangkaian tulisan ini. Sebetulnya masih ada beberapa yg mau ditambahkan, tapi belum sempat disusun, mungkin bertahap akan saya update kembali artikel ini.
Akhir kata, mudah2an apa yg saya tulis disini bisa bermanfaat dan ada gunanya, terutama bagi rekan2 yg ingin ataupun sedang merintis karir di bidang IT

Situs Resmi Penyelenggara dan Pengatur Sertifikasi IT:
• Prometric
• Pearson-Vue
• Certiport


Sertifikasi Vendor Based:
• Microsoft Certification
• Oracle Certification
• Cisco Certification
• Novell Linux Certification
• RedHat Certification


Sertifikasi Vendor Neutral:
• CompTIA
• EC-Council
• CWNP
• ICCP



sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000012037984/mengenal-sertifikasi-it

Sabtu, 22 Juni 2013

10 Sertifikasi Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Karir di 2012


Mobile, cloud computing, jejaring sosial dan analisis data teknologi diharapkan akan menjadi penggerak besar pada tahun 2012, hal ini dibahas dalam sebuah artikel iTWire edisi Desember 2011. Virtualisasi dan keamanan merupakan istilah-istilah yang telah dikenal di tahun 2011, tetapi baru pada tahun 2012 terdapat penekanan pada kolaborasi enterprise social dan bisnis teknologi analisis.

Pangsa pasar social enterprise diproyeksikan akan menjadi $6,4 milyar pada tahun 2016, melebihi komunikasi terpadu, dengan tingkat pertumbuhan 61 persen pertahun, menurut laporan Forrester, November 2011. Sertifikasi vendor tertentu menargetkan aplikasi ini, misalnya, IBM credentials atau sertifikasi Microsoft untuk SharePoint Server.

Sementara itu, permintaan business intelligence dapat meningkatkan peluang bagi profesional bersertifikat IBM Business Analytics dan SAS tools. Sertifikasi database telah memperoleh nilai pasar lebih daripada kelas-kelas lain dalam Teknologi Informasi, seperti disebutkan dalam laporan Foote Partners Agustus 2011.

10 Sertifikasi Teknologi Informasi Terpopuler di Tahun 2012

Jaringan, virtualisasi, data mining dan keamanan informasi
muncul di antara sertifikasi Teknologi Informasi yang paling populer. Sumber industri termasuk Robert Half 2012 Teknologi Panduan Gaji serta Global Knowledge 2011 Keterampilan Teknologi Informasi dan Laporan Gaji, yang menyediakan gaji tahunan para profesional pemegang sertifikasi ini.

1. CCNA (Cisco Certified Network Associate)

Sertifikasi Cisco ini adalah sertifikasi yang paling populer, program CCNA meliputi keterampilan administrasi dasar untuk entry level jaringan profesional yang bekerja dengan mid-sized routed dan switched networks. Keterampilan ini mencakup WAN, IP address dan protokol lainnya, jaringan nirkabel, dan keamanannya. Robert Half memperkirakan bahwa pemegang sertifikasi CCNA dapat meningkatkan gaji sebesar 9 persen. Daftar gaji tahunan Global Knowledge, rata-rata untuk mereka yang memegang CCNA adalah $ 79,536.

2. CCIE (Cisco Certified Internetwork Expert)

CCIE, adalah sertifikasi Cisco dengan tingkat level tertinggi, dirancang untuk insinyur ahli jaringan. Menurut Cisco, Kurang dari 1 persen pekerja bidang jaringan profesional di seluruh dunia memiliki sertifikasi CCIE. Cisco tidak lagi melaporkan jumlah sertifikasi yang telah diberikan, tetapi pada tahun 2011 perkiraan tidak resmi menyebutkan angka 5.496 di Amerika Serikat, CCIE dipandang sebagai salah satu sertifikasi yang paling menguntungkan. Sebagai contoh, Foote Partners memberi peringkat CCIE kedua setelah ahli desain Cisco Certified sebagai sertifikasi jaringan pembayar tertinggi pada tahun 2011. Mereka yang memegang CCIE Routing dan Switching credential dilaporkan mendapat gaji rata-rata $ 120,008, menurut Global Knowledge.

3. RHCE (Red Hat Certified Engineer)

RHCE ditargetkan untuk senior system administrators yang bekerja dengan sistem Linux enterprise. Dibangun pada sertifikasi RHCSA dasar, sertifikasi RHCE meliputi IP traffic routing, virtual host dan konfigurasi Private Directory dan untuk Keterampilan sistem Red Hat tingkat menengah. Red Hat adalah satu-satunya Linux credential yang dimasukkan pada tahun 2012 dalam daftar sertifikasi Robert Half Technology. RHCE juga merupakan penghasil gaji tertinggi dalam sertifikasi Linux, dengan gaji rata-rata $ 92,322 pada tahun 2011 survei Global Knowledge.

4. MCTS (Microsoft Certified Technology Specialist)

MCTS dan MCITP menawarkan pelatihan teknologi terbaru seperti Microsoft Exchange Server 2010, Windows Server 2008 dan SQL Server 2008. Tingginya permintaan pada bidang yang meliputi MCTS: Windows Server 2008 R2, Server atau Desktop Virtualisasi. MCTS sangat cocok untuk profesional IT atau pengembang dengan setidaknya satu tahun pengalaman.

Para Profesional dengan MCTS berpendapatan rata-rata $ 73,474 dalam laporan Global Knowledge tahun 2011. Catatan Robert Half bahwa dukungan staf IT dapat mengklaim dorongan laba 6 persen untuk Windows Server 2008 expertise. Keterampilan SharePoint bisa menambahkan premi gaji 12 persen untuk pengembang di Amerika Serikat, sementara keterampilan database SQL Server dilaporkan bisa meningkatkan gaji sebesar 10 persen untuk profesional database.

5. MCITP (Microsoft Certified IT Professional)

Microsoft's intermediate-level credential dibangun di atas sertifikasi MCTS. Bidang sertifikasi utama meliputi Enterprise Desktop Administrator, Server Administrator dan Enterprise Messaging Administrator. Global Knowledge menunjukkan bahwa MCITP Enterprise Administrator bersertifikat profesional mendapatkan penghasilan rata-rata $ 79,824.

6. PMP (Project Management Professional)

PMP, dianggap sebagai standar yang paling menguntungkan untuk manajer proyek, tersedia untuk calon dengan setidaknya tiga tahun pengalaman industri, gelar sarjana dan 35 jam pendidikan manajemen proyek. PMP memvalidasi keterampilan yang diperlukan untuk memimpin sebuah proyek teknologi, termasuk perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan proyek. Menurut Project Management Institute, profesional PMP meningkatkan daya penghasilan mereka sebesar 10 persen. Robert Half memperkirakan bahwa manajer proyek menerima $ 76,250 hingga $ 113,000 di Amerika Serikat pada 2011. Dengan PMP, gaji rata-rata bisa mencapai $ 103,570, kata Global Knowledge.

7. CISSP (Certified Information Systems Security Professional)

Sertifikasi CISSP dari (ISC)2 adalah salah satu top-produktif sertifikasi dalam bidang keamanan, dengan gaji rata-rata $ 100,735 per Global Knowledge. Para profesional bidang Keamanan dengan setidaknya lima tahun pengalaman dapat mengikuti sertifikasi ini. Dikenal diantara PCWorld's IT sertifikasi di tahun 2010, CISSP memvalidasi kompetensi dalam berbagai bidang seperti keamanan arsitektur, kriptografi, keamanan telekomunikasi, keamanan pengembangan aplikasi dan masih banyak lagi.

8. CCSA (Check Point Certified Security Administrator)

Check Point’s sertifikasi CCSA dan CCSE tergabung di CISSP terdaftar pada Robert Half Technology dari security credentials dengan permintaan terbesar pada tahun 2012. kualifikasi CCSA tingkat awal, membutuhkan pengetahuan dasar tentang jaringan. Para profesional CCSA menunjukkan kemampuan administrasi untuk sistem Check Point 3D Security, dari implementasi dan konfigurasi untuk manajemen sehari-hari. Global Knowledge melihat upah rata-rata $ 93,512 untuk CCSA bersertifikat profesional, sementara Robert Half menghitung bahwa keterampilan administrasi Check Point Firewall dapat menambahkan premi gaji 7 persen.

9. VMware Certified Professional

Keterampilan bidang virtualisasi berada di bagian atas daftar keinginan pengusaha IT pada tahun 2012. Robert Half menyebut VCP sertifikasi virtualisasi merupakan permintaan terbesar untuk 2012 dan memprediksi premi gaji dari 9 persen untuk para profesional internet serta system engineers dengan kualifikasi ini. VCP menunjukkan keterampilan dalam penyebaran dan administrasi perusahaan teknologi virtualisasi VMware vSphere 4. Trek yang berbeda mengakomodasi tingkat keterampilan baik dasar dan lanjutan. Tidak ada penghitungan resmi untuk VCPs di seluruh dunia, tetapi masyarakat VCP memperkirakan ada lebih dari 20.000 profesional bersertifikat. Global Knowledge menunjukkan pendapatan sebesar $ 87,151 untuk IT pro dengan sertifikasi ini.

10. CompTIA A+

Untuk entry level dukungan IT profesional, sertifikasi A+ tetap merupakan vendor-neutral credential penting. Teknologi perusahaan seperti Dell dan Intel, dan pemerintah federal, mendukung dan memerlukan sertifikasi A+ untuk pekerjaan teknisi servis IT. Sertifikasi ini mencakup pemeliharaan, pencegahan, jaringan, instalasi, keamanan dan troubleshooting. Seorang profesional A+ mendapatkan gaji tahunan rata-rata $ 67,608 pada tahun 2011 survei Global Knowledge, dibandingkan dengan $ 49,930, tahun 2010 rata-rata upah tahunan untuk semua computer support specialist dilaporkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja. CompTIA A+ Teknisi PC adalah salah satu sertifikasi untuk mengirim beberapa keuntungan nilai pasar tahun terakhir ini, menurut laporan 2011 Agustus Foote Partners.

Sebuah infrastruktur data yang banyak bagi IT profesionals dalam teknologi cutting-edge seperti arsitektur perusahaan sosial, peran mendasar seperti dukungan Microsoft Windows, dan spesialiasi seperti analisis bisnis. Sertifikasi Teknologi Informasi menawarkan cara untuk menghadapi berbagai tantangan dari lingkungan komputasi yang selalu berubah, dengan kesempatan untuk mengembangkan keahlian dalam teknologi terkini.

sumber : http://bpptik.kominfo.go.id/index.php/id/artikel/127-10-sertifikasi-teknologi-informasi-untuk-meningkatkan-karir-di-2012