Selasa, 03 April 2012

Konfigurasi Static Routing dan DHCP di Router Cisco

Tutorial ini akan membahas konfigurasi Routing Static dan setting DHCP pada perangkat Router Cisco. Simulasi setting konfigurasi ini menggunakan software Cisco Packet Tracer.

Mengenal Static Routing
Static Routing merupakan metode konfigurasi routing secara statis. Artinya, konfigurasi traffic paket data yang di-forward atau receive dilakukan secara manual oleh administrator jaringan. Berbeda dengan konfigurasi secara Dynamic Routing, yang mana lalu-lintas paket data diatur sedemikian rupa melalui protokol jaringan yang telah disediakan seperti IGP, EGP, RIP maupun OSPF. Keuntungan dari menggunakan Static Routing adalah kecepatan traffic yang lebih cepat daripada Dynamic Routing. Oleh karena itu Static Routing lebih cocok untuk diterapkan pada jaringan yang sederhana, seperti yang dibahas pada tutorial ini. Namun untuk jaringan yang lebih kompleks sangat disarankan (bahkan harus) menggunakan Dynamic Routing.
Mengenal DHCP (Dynamic Host Control Protocol)
DHCP merupakan sebuah protocol dalam jaringan yang digunakan untuk meng-assign IP address untuk masing-masing host yang terhubung dalam suatu jaringan tertentu. Apabila dalam suatu jaringan yang terdapat lebih dari 50 host, tentu sangat merepotkan bagi seorang network adminstrator untuk memberikan IP address secara manual ke tiap-tiap host. Oleh karena itu dengan adanya protocol DHCP akan sangat memudahkan kerja administrator. Namun untuk keperluan tutorial ini walaupun hanya ada 2 host di masing-masing network kita akan tetap membahas konfigurasi DHCP pada Router.
Mengenal Packet Tracer
Packet Tracer merupakan software untuk simulasi jaringan komputer yang dikeluarkan oleh perusahaan Cisco. Packet Tracer digunakan untuk mensimulasikan serta mendesain topologi jaringan berskala kecil maupun besar. Software ini banyak digunakan oleh para praktisi network guna mensimulasikan maupun mendesain sebuah jaringan. Apabila anda ingin praktek jaringan komputer tapi nggak punya network lab atau uang ratusan juta rupiah untuk beli perangkat? Software ini berguna sekali karena anda dapat praktek jaringan tanpa perlu membeli perangkat Cisco yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Splash ScreenGambar 1. Splash screen Cisco Packet Tracer
Software Packet Tracer dapat diambil di :
http://rapidshare.com/files/245154318/Packet_Tracer_5.1.rar
Setelah menjalankan Packet Tracer akan keluar tampilan sebagai berikut :
Tampilan AwalGambar 2. Tampilan awal
Pada bagian kiri bawah anda dapat memilih berbagai macam devices yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi network. Caranya tinggal klik klasifikasi perangkat mulai dari Router, Switch, Hub, Wireless Device, Connection (kabel), End Devices, WAN Emulation, Costum Made Devices dan Multiuser Connection. Seperti gambar berikut :
Klasifikasi PerangkatGambar 3. Klasifikasi perangkat
Untuk memasukkan jenis perangkat ke dalam simulasi ini tinggal drag-and-drop perangkat yang diinginkan ke bidang yang berwarna putih. Untuk dapat familiar tentang cara menggunakannya silahkan anda utak-atik sendiri dengan cara memilih router, double kik router tersebut dan memasang/melepas modul yang telah disediakan seperti Serial module, Ethernet module dan sebagainya. Nanti anda akan ngerti sendiri. Mudah koq!
Pada contoh ini kita akan menjalankan sekenario sebagai berikut.
Perangakat yang digunakan :
  • Tiga buah Router tipe 2621XM
  • Tiga buah Switch tipe 2950-24
  • Enam buah PC sebagai end devices, setiap Switch terhubung dengan dua buah PC
Oke, kita langsung praktek :
1. Buat desain tampilan menyerupai gambar 4
Pada bagian ini kita akan membuat jaringan LAN, masing-masing switch yang berlokasi di Medan, Jakarta dan Surabaya terhubung ke PC-PC yang ada. Gunakan konfigurasi DHCP untuk tiap-tiap PC yang ada, supaya anda nggak repot meng-assign IP static di masing-masing PC. Untuk kabelnya gunakan tipe Copper Straight-Through. Beri nama masing-masing switch menjadi SW Medan, SW Jakarta dan SW Surabaya guna memudahkan tutorial.
Konfigurasi LANGambar 4. Konfigurasi LAN
2. Setting modul perangkat Router
Sekarang masuk ke bagian setting modul perangkat router, klik pada router Medan sehingga keluar tampilan seperti gambar 5. Pilih modul WIC-1T lalu drag-and-drop di salah satu slot expansion modul di bawah tombol Original Size, tapi sebelumnya matikan on/off switch supaya anda nggak kena setrum :D , baru kemudian nyalakan lagi. Lakukan hal yang sama untuk router Surabaya. Khusus untuk Router Jakarta gunakan 2 modul WIC-1T dan dipasang di masing-masing slot expansion modul.
Tampilan pemasangan modulGambar 5. Tampilan pemasangan modul
3. Pasang kabel menuju Swicth dan Router tetangga
Pada ethernet port Router Medan (Fa0/0) gunakan kabel tipe Copper Straight-Through untuk koneksi menuju ke Switch (port berapa saja), lakukan hal yang sama untuk Router lainnya. Untuk koneksi ke Router tetangga, port Medan (S0/0) menuju port Jakarta (S0/0) gunakan kabel tipe Serial DCE. Untuk port Jakarta (S0/1) menuju port Surabaya (S0/0) gunakan kabel tipe Serial DCE. Hasilnya akan tampak seperti gambar 6.
Hasil desain topologiGambar 6. Hasil desain topologi
Sudah selesai? Tentu saja belum, perhatikan masih ada titik berwarna merah pada masing-masing interface Router dan switch, itu tandanya belum ada paket data yang dapat terkoneksi pada interface tersebut. Oleh sebab itu pada langkah berikutnya kita akan masuk ke dalam konfigurasi Router dan Switch. Tapi sebelumnya berikut ini daftar IP address yang mesti di assign ke tiap-tiap interface pada masing-masing Router.
Perangkat Interface IP Address / Mask
Router Medan Fa0/0 172.16.0.1 / 255.255.255.0
S0/0 202.10.10.4 / 255.255.255.0
Router Jakarta Fa0/0 182.16.0.1 / 255.255.255.0
S0/0 202.10.10.5 / 255.255.255.0
S0/1 202.10.11.6 / 255.255.255.0
Router Surabaya Fa0/0 192.16.0.1 / 255.255.255.0
S0/0 202.10.11.7 / 255.255.255.0
4. Konfigurasi Router Medan
Pada Packet Tracer klik Router Medan, maka akan keluar tampilan seperti gambar 5. Klik tab CLI (Command Line Interface) seperti gambar 7.
Command Line InterfaceGambar 7. Command Line Interface

Tekan ‘n’ untuk melewatkan configuration dialog, kemudian tekan Enter untuk mulai sampai keluar prompt Router>, ketik ‘enable’ atau cukup ‘ena’ saja untuk mengaktifkan konfigurasi. Selanjutnya ketik script konfigurasi berikut :
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Medan
Medan(config)#interface fa0/0
Medan(config-if)#ip address 172.16.0.1 255.255.255.0
Medan(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Medan(config-if)#interface s0/0
Medan(config-if)#ip address 202.10.10.4 255.255.255.0
Medan(config-if)#clock rate 64000
Medan(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0, changed state to down
Medan(config-if)#exit
Medan(config)# ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 s0/0
Medan(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Medan#copy run start
Destination filename [startup-config]? <tekan ENTER>
Building configuration…
[OK]
Medan#
5. Konfigurasi Router Surabaya
Tidak jauh berbeda dengan Router Medan, hanya bedanya kita tidak mengeset clock rate untuk koneksi serialnya, berikut scriptnya :
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Surabaya
Surabaya(config)#interface fa0/0
Surabaya(config-if)#ip address 192.16.0.1 255.255.255.0
Surabaya(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Surabaya(config-if)#interface s0/0
Surabaya(config-if)#ip address 202.10.11.7 255.255.255.0
Surabaya(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0, changed state to down
Surabaya(config-if)#exit
Surabaya(config)# ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 s0/0
Surabaya(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Surabaya#copy run start
Destination filename [startup-config]? <tekan ENTER>
Building configuration…
[OK]
Surabaya#
6. Konfigurasi Router Jakarta
Tidak banyak berbeda dengan dua Router sebelumnya, seperti halnya Router Medan kita harus mengeset clock rate guna koneksi serialnya. Berikut scriptnya :
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Jakarta
Jakarta(config)#interface fa0/0
Jakarta(config-if)#ip address 182.16.0.1 255.255.255.0
Jakarta(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Jakarta(config-if)#interface s0/0
Jakarta(config-if)#ip address 202.10.10.5 255.255.255.0
Jakarta(config-if)#no shut
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0, changed state to up
Jakarta(config-if)#interface s0/1
Jakarta(config-if)#ip address 202.10.11.6 255.255.255.0
Jakarta(config-if)#clock rate 64000
Jakarta(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/1, changed state to up
Jakarta(config-if)#exit
Jakarta(config)#ip route 172.16.0.0 255.255.255.0 202.10.10.4
Jakarta(config)#ip route 192.16.0.0 255.255.255.0 202.10.11.7
Jakarta(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Jakarta#copy run start
Destination filename [startup-config]? <tekan ENTER>
Building configuration…
[OK]
Jakarta#
Selesai sudah setting routing static pada ketiga Router. Seperti pada gambar 8 masing-masing titik interface sudah berwarna hijau, berarti sudah ada paket data yang terkoneksi. Tapi masih ada tugas yang belum selesai yaitu setting DHCP pada tiap-tiap Router. APA?! Anda sudah puyeng dan pegel setelah ngetik script segitu banyak? Ya udah, di-save aja dulu hasil Packet Tracernya, terserah mau dikasih nama file apa. Ambil secangkir kopi, break sebentar lalu lanjutkan ke langkah berikutnya, yakni setting DHCP pada tiap-tiap Router. Lanjut maaang…! :D
Masing-masing network interface sudah aktifGambar 8. Masing-masing network interface sudah aktif
7. Setting DHCP untuk tiap-tiap Router
Yang harus dilakukan sebelum konfigurasi DHCP adalah :
menentukan nama DHCP pool
menentukan ip network pada LAN
menentukan ip DNS server bila ada (dalam praktek ini tidak ada DNS server)
menentukan ip default-router
menentukan ip DHCP excluded-address
Setting DHCP untuk Router Medan :
Medan>enable
Medan#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Medan(config)#ip dhcp pool medan
Medan(dhcp-config)#network 172.16.0.0 255.255.255.0
Medan(dhcp-config)#default-router 172.16.0.1
Medan(dhcp-config)#exit
Medan(config)#ip dhcp excluded-address 172.16.0.1 172.16.0.10
Medan(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Medan#
Untuk Router selanjutnya gunakan panduan dari tabel berikut, cara konfigurasinya sama dengan Router Medan. Ayo sekarang latihan analisa dan input konfigurasi sendiri!
Router DHCP Pool Name Network Default Router Excluded-Address
Jakarta jakarta 182.16.0.0 182.16.0.1 182.16.0.1 182.16.0.10
Surabaya surabaya 192.16.0.0 192.16.0.1 192.16.0.1 192.16.0.10
8. Test koneksi jaringan
Sekarang klik salah satu host di network Medan, lalu ping ke host yang ada di Jakarta dan Surabaya. Anda juga dapat melakukan test koneksi pada host Network yang lain kalau penasaran. Apabila ada reply berarti konfigurasi telah berhasil dan masing-masing host telah terhubung dengan baik, seperti pada gambar 9.
Test koneksi ke client network tetanggaGambar 9. Test koneksi ke client network tetangga
Selesai sudah konfigurasi Static Routing dan DHCP untuk masing-masing Router. Apabila hasil test koneksi masih ada yang belum berhasil, coba ulangi lagi dan perhatikan baik-baik script konfigurasi sebelumnya. Barangkali ada yang terlewat atau salah ketik, atau penulis yang salah ketik :D . Insya Allah pada kesempatan berikutnya penulis akan memberikan tutorial mengenai Dynamic Routing.

sumber:http://theordinaryroad.wordpress.com/2009/12/13/konfigurasi-static-routing-dan-dhcp-di-router-cisco/

Minggu, 01 April 2012

Dampak Perdagangan Bebas untuk Sarjana Komputer

Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya.
Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda.

Perdagangan internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi non tarif pada barang impor. Secara teori, semuha hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan bebas ini justru sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan besar.
Dari kondisi tersebut lah, sangat memungkinkan terciptanya persaingan tidak sehat, dimana pihak-pihak yang teruntungkan oleh regulasi yang ada saja yang mampu bertahan di kancah pasar lokal, maupun internasional.Saat pasar bebas sudah benar-benar berlaku sesuai dengan segala peraturan yang telah disepakati, maka akan sangat sulit bagi para produsen kelas menengah ke bawah untuk masuk daftar persaingan. Walaupun produk lokal nantinya mempunyai kualitas yang tinggi seperti produk import, namun mereka belum tentu mampu saingi harga yang dibanderol oleh produsen asing. Seperti halnya China, sangat menguasai pasaran produk dengan harga rendah, dan itu sangat diminati banyak konsumen dunia.
Dalam dunia komputer, keadaan ini bisa sangat menguntungkan. Perkembangan teknologi yang ada, tak lagi terhambat masuk ke dalam negeri karena proses cukai dan lainnya. Sehingga makin beragam pula teknologi serba canggih ada di pasar lokal. Di satu sisi, ini adalah poin penting untuk bisa mensejajarkan masyarakat indonesia di mata dunia dalam hal teknologi. Pada sisi yang lain, ini membuka lebar kesempatan para sarjana yang berbasis ilmu komputer untuk tampil sebagai pekerja dengan pendapatan yang tidak sedikit. Hal itu terjadi karena tiap teknologi yang ada dipastikan membutuhkan orang yang mampu melakukan maintenance, perawatan, atau servis terhadap teknologi itu.Teknologi yang diperuntukkan masyarakat umum, atau pun untuk skala yang lebih besar,seperti perusahaan atau bank, akan membutuhkan orang yang dikhususkan berada dalam sektor pemakaian,perawatan,ataupun servis.
Saat ini ramai di pasaran telepon pintar yang berbasis android. Secara otomatis, konsumen akan membutuhkan 'montir' untuk tempat dia berkonsultasi atas apapun yang terjadi dengan telepon pintarnya.Kondisi ini menyebabkan pihak vendor dari gadget tersebut harus menyediakan tenaga ahli di bidang android. Dari sini lah muncul peluang pekerjaan bagi para sarjana komputer.
Melihat perkembangan teknologi yang sangat pesat,pasar bebas yang mulai diterapkan, menyebabkan disiplin ilmu komputer makin menunjukan keterbutuhannya di segala lini kehidupan dan membuat ilmu komputer semakin menarik untuk dipilih sebagai jurusan kuliah oleh para lulusan SMA sekarang ini,seperti halnya jurusan kedokteran. Maka tak heran kalau saja gelar sarjana komputer lebih mudah ditemui di dewasa ini.
Dari hal baik dari dampak pasar bebas untuk para sarjana komputer,penulis juga menemukan kemungkinan dampak buruk yang akan diterimanya. Para Sarjana komputer dalam negeri akan sangat dituntut untuk turut serta dalam persaingan internasional dengan menghadirkan inovasi. Selama ini, para ahli komputer lokal lebih banyak yang hanya mampu memodifikasi teknologi komputer yang ada ketimbang menciptakan yang baru. Itu lah salah satu tantangan para sarjana komputer kedepan.Di lain hal, kuliah yang diterima para sarjana komputer selama mereka berstatus mahasiswa belum tentu sesuai dengan perkembangan teknologi komputer yang ada. Entah itu kuliah tentang hardware ataupun software yang sangat mungkin terlampau kuno jika dibandingkan dengan yang ada disaat ini. Jika pihak kampus masih bertahan dengan kurikulum yang ada, maka ini jadi kewajiban yang akan dipikul sendiri oleh mahasiswa untuk mampu ikuti perkembangan yang ada walaupun itu tidak didapatkan,dikenalkan oleh perkuliahan.

sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_bebas

Perbedaan Karangan Ilmiah, non Ilmiah dan Semi Ilmiah

Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami.
karangan ilmiah
“ suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuanya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjuan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya atau keilmiahannya” Eko, Susililo, M.( 1995 : 11)
Tujuan karangan ilmiah, antara lain: memberi penjelasan, memberi komentar atau penilaian, memberi saran, menyampaikan sanggahan, serta membuktikan hipotesa.


Jenis karangan ilmiah, diantaranya makalah, skripsi, tesis, disertasi dan laporan penelitian. Kalaupun jenisnya berbeda-beda, tetapi keempat-empatnya bertolak dari laporan, kemudian diberi komentar dan saran. Perbedaannya hanya terletak pada kekompleksannya.
Karangan ilmiah mempunyai beberapa ciri, antara lain:

1.Kejelasan.
Artinya semua yang dikemukakan tidak samar-samar, pengungkapan maksudnya tepat dan jernih.
2.Kelogisan.
Artinya keterangan yang dikemukakan masuk akal.
3.Kelugasan.
Artinya pembicaraan langsung pada hal yang pokok.
4.Keobjektifan
Artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya.
5.Keseksamaan
Artinya berusaha untuk menghindari diri dari kesalahan atau kehilafan betapapun kecilnya.
6.Kesistematisan
Artinya semua yang dikemukakan disusun menurut urutan yang memperlihatkan kesinambungan.
7.Ketuntasan.
Artinya segi masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.

Karangan non ilmiah

Non Ilmiah (Fiksi) adalah Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb.

Karangan semi ilmiah

Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.


Sumber : it-kosongsatu.com/download/Bahasa%20kel%205.doc
http://amatirs.blogspot.com/2010/04/perbedaan-karangan-non-ilmiah-semi.html

http://lailisulumiyah.blogspot.com/2011/02/perbedaan-karangan-ilmiah-non-ilmiah.html

Rabu, 07 Maret 2012

Induktif

PENALARAN
Menurut wikipedia, penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperolch kesimpulan berupa pengetahuan. Penalaran sangat erat kaitannya dengan berpikir dan logika. Sadar atau tidak,dalam hidup ini kita selalu berpikir. Kegiatan berpikir yang dilakukan secara sadar, tersusun dalam hubungan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk menghasilkan suatu kesimpulan ini lah yang kita katakan sebagai proses bernalar. Penalaran dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif. Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan tentang penalaran induktif terlebih dulu.
PENALARAN INDUKTIF
Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut induksi. Atau secara singkat dapat kita katakan sebagai penarikan kesimpulan dari sesuatu yang sifatnya khusus menjadi yang sifatnya umum. Penalaran induktif sendiri dapat kita bedakan lagi menjadi generalisasi, analogi, dan sebab-akibat (kausal).

1. Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa itu. Menurut Gorys Keraf dalam buku Argumentasi dan Narasi, Generalisasi adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup fenomena tadi. (Gorys Keraf, 1994:43).
Contoh:
- Andi adalah anak kelas 3ka01 dan dia rajin.
- Dina juga anak kelas 3ka01, dan dia rajin.
Jadi disimpulkan bahwa anak kelas 3ka01 adalah anak yang rajin.
Dari segi kuantitas fenomena yang menjadi dasar penyimpulan, generalisasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Generalisasi sempurna : dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
2. Generalisasi tidak sempurna : dimana sebagian fenomena sejenis yang menjadi dasar penyimpulan belum diselidiki.
Dari segi bentuk, generalisasi dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Loncatan Induktif
Generalisasi ini bertolak dari beberapa fakta yang dianggap sudah mewakili seluruh persoalan yang diajukan, namun fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada.
Contoh:
Shela suka membaca buku. Krisna juga suka membaca buku. Linda suka menulis puisi. Sinta suka mengarang cerita. Jadi, dapat disimpulkan bahwa anak kelas 3ka01 suka literatur.
2. Tanpa Loncatan Induktif
Bila fakta-fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan, sehingga tidak terdapat peluang untuk menyerang kembali.
Contoh:
Pak Adam menyukai seni pahat. Istrinya, Bu Tati, menyukai seni tari . Putri mereka, Tania, menyukai seni lukis. Adik Tania menyukai origami. Jadi, dapat dikatakan bahwa keluarga Pak Adam menyukai seni.
2. Analogi
Analogi adalah penarikan kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala berdasarkan pengamatan terhadap sejumlah gejala khusus yang bersamaan. Tujuan dari analogi adalah untuk meramalkan kesamaan, menyingkap kekeliruan, dan menyusun klasifikasi.
a. Analogi Induktif
Analogi yang disusun berdasarkan persamaan prinsipal yang ada pada dua fenomena, kemudian menarik kesimpulan bahwa yang ada pada peristiwa pertama juga ada pada peristiwa kedua.
Contoh: 1. Nita adalah anak Pak Rosidi, dia anak yang baik dan jujur.
2. Edo adalah anak Pak Rosidi, dia anak yang baik dan jujur.
3. Ade adalah anak Pak Rosidi.
Konklusi : Ade anak Pak Rosidi adalah anak yang baik dan jujur.
Konklusi yang ada lebih luas dari premis-premis yang ada. Dua anak Pak Rosidi anak yang baik dan jujur, namun tidak menjamin bahwa anak yang ketiga juga anak yang baik dan jujur.
b. Analogi Deklaratif
Analogi yang menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar dengan sesuatu yang dikenal. Atau dapat kita katakan, membandingkan dua hal yang berbeda dengan sebuah perumpamaan yang serupa.
Contoh:
Ilmu pengetahuan dibangun oleh fakta-fakta sebagaimana sebuah rumah dibangun oleh batu-batu. Tapi tidak semua kumpulan fakta adalah ilmu, sebagaimana tidak semua kumpulan batu adalah rumah.
c. Analogi Logis
Kesimpulan dari analogi logis tidak dapat dikonfirmasi atau disangkal oleh bukti-bukti empiris.
Contoh :
a. "Hanya perempuanlah yang mengandung dan melahirkan anak". Kalimat tersebut tidak sama dengan "semua perempuan mengandung dan melahirkan anak".
b. "Hanya orang bijaksana yang menyukai puisi". Kalimat tersebut sama maknanya dengan "semua orang bijaksana menyukai puisi".
3. Kausal
Kausalitas adalah penarikan kesimpulan yang didasarkan atas hubungan ketergantungan antar kalimat yang mengindikasikan adanya hubungan sebab-akibat atau akibat-sebab.
a) Kausalitas Sebab-Akibat
Pola penalaran ini diawali dengan penjelasan sebab-sebab suatu peristiwa terlebih dulu, setelah itu memaparkan akibat-akibat yang ditimbulkan.
Contoh:
Kemarin malam Ade kurang tidur. Pagi ini ia mengikuti pelajaran olah raga. Sorenya ia mengikuti pembinaan basket. Ketika perjalanan pulang dari sekolah, ia kehujanan. Akibatnya, keesokan harinya Ade jatuh sakit.
b) Kausalitas Akibat-Sebab
Contoh :
Pagi ini Mirna tidak mau keluar dari kamarnya. Adiknya, Krisna, tidak mau memakan sarapannya. Ayah juga lesu. Semua terjadi karena Ibu marah-marah kemarin malam.
_________________________________
Sumber:
http://afirmanto.blogspot.com/2010/05/generalisasi.html
http://www.scribd.com/doc/41883214/Pola-Penarikan-Kesimpulan
http://www.scribd.com/doc/9678460/Aspek-Penalaran-Dalam-Karangan
http://nita-afrilia.blogspot.com/2011/02/penalaran-induktif.html

Deduktif..

Apa itu penalaran deduktif?


Penalaran deduktif adalah penarikan kesimpulan berdasarkan premis-premis atau pernyataan dasar dari satu atau beberapa pernyataan. Artinya, apa yang dikemukakan di dalam kesimpulan secara tersirat telah ada di dalam pernyataan tersebut. Jadi sebenarnya, kesimpulan-kesimpulan yang dihasilkan adalah pernyataan lain dari pernyataan yang telah ada, yang pada intinya adalah sama ( secara logika sama, hanya saja berbeda penulisan ). Hal ini pula yang membedakan penalaran deduktif dengan induktif. Pada induktif, akan dihasilkan kesimpulan baru, sedangkan pada deduktif akan menghasilkan kesimpulan yang sebenarnya sudah ada pada pernyataan tersebut. Menurut bentuknya, penalaran deduktif mungkin merupakan silogisme dan entimem.

Silogisme

Penalaran deduktif umumnya terdiri dari tiga bagian : premis mayor, premis minor, dan konklusi. Suatu logika argumen adalah kumpulan dari pernyataan-pernyataan yang dinyatakan untuk dibenarkan sebagai dasar dari rantai penalaran. Salah satu jenis logika argumen adalah silogisme.
Silogisme dapat direpresentasikan ke dalam bentuk aturan JIKA...MAKA... (IF...THEN...), contoh :
premis 1 : hari hujan, saya tidak ke kampus.
premis 2 : hari hujan.
konklusi : saya tidak ke kampus.

Secara singkat silogisme dapat dituliskan : Jika A=B dan B=C Maka A=C

Premis dan konklusi didefinisikan sebagai statemen yang pasti dari empat bentuk berikut:
-------------------------------------------------------------------------------------
Bentuk Skema Arti
-------------------------------------------------------------------------------------
A Semua S adalah P Universal Affirmative
E Tidak S adalah P Universal Negative
I Beberapa S adalah P Particular Affirmative
O Beberapa S bukan P Particular Negative
-------------------------------------------------------------------------------------
Subjek dari konklusi S disebut bagian minor bila predikat konklusi P adalah bagian mayor.
Contoh:
premis mayor : Semua M adalah P
premis minor : Semua S adalah M
konklusi : Semua S adalah P
Silogisme di atas adalah bentuk standar karena premis mayor dan minor sudah diketahui.

a. Silogisme Katagorik
Silogisme Katagorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan dengan premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).
Contoh :
(S = Subjek, P = Predikat, dan M = Middle term)
Semua makhluk hidup membutuhkan air (premis mayor)……………….M……………..PHewan adalah makhluk hidup (premis minor)….S……………………..MHewan membutuhkan air (konklusi)….S……………..P
- Hukum-hukum Silogisme Katagorik
a. Apabila dalam satu premis partikular, kesimpulan harus partikular juga.
Semua yang halal dimakan menyehatkan
Sebagian makanan tidak menyehatkan,
Jadi Sebagian makanan tidak halal dimakan
(Kesimpulan tidak boleh: Semua makanan tidak halal dimakan).
b. Apabila salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga.Semua korupsi tidak disenangi.Sebagian pejabat adalah korupsi, jadiSebagian pejabat tidak disenangi.(Kesimpulan tidak boleh: Sebagian pejabat disenangi)
c. Dari dua premis yang sama-sama partikular tidak sah diambil kesimpulan.
Beberapa politikus tidak jujur.
Banyak cendekiawan adalah politikus,
jadi: Banyak cendekiawan tidak jujur.Jadi: Beberapa pedagang adalah kikir. Kesimpulan yang diturunkan
d. Dari premis partikular tidak pernah menghasilkan kebenaran yang pasti
Sebagian besar pelaut dapat menganyam tali secara baik
Hasan adalah pelaut,

Jadi: 
Kemungkinan besar Hasan dapat menganyam tali secara baik (adalah tidak sah)
1) Dari dua premis yang sama-sama negatif, tidak menghasilkan kesimpulan apa pun, karena tidak ada mata rantai yang menghubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpulan diambil bila sedikitnya salah satu premisnya positif. Kesimpulan yang ditarik dari dua premis negatif adalah tidak sah.
Kerbau bukan bunga mawar.
Kucing bukan bunga mawar.
….. (Tidak ada kesimpulan) Tidak satu pun drama yang baik mudah dipertunjukk Tidak satu pun drama Shakespeare mudah dipertunju Jadi: Semua drama Shakespeare adalah baik. (Kesimpulan tidak sah)
2) Paling tidak salah satu dari term penengah haru: (mencakup). Dari dua premis yang term penengahnya tidak ten menghasilkan kesimpulan yang salah, seperti:
Semua ikan berdarah dingin.
Binatang ini berdarah dingin
Jadi: Binatang ini adalah ikan.
(Padahal bisa juga binatang melata)
3) Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Bila tidak, kesimpulan lenjadi salah, seperti
Kerbau adalah binatang.
Kambing bukan kerbau.
Jadi: Kambing bukan binatang.
(‘Binatang’ pada konklusi merupakan term negatif sedang-
kan pada premis adalah positif)
4) Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis layor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna mda kesimpulan menjadi lain, seperti:
Bulan itu bersinar di langit.
Januari adalah bulan.
Jadi: Januari bersinar di langit.
(Bulan pada premis minor adalah nama dari ukuran waktu
yang panjangnya 31 hari, sedangkan pada premis mayor
berarti planet yang mengelilingi bumi).
5) Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, preidkat, dan term menengah ( middle term ), begitu juga jika terdiri dari dua atau lebih dari tiga term tidak bisa diturunkan komklsinya.
b. Silogisme Hipotetik
Silogisme Hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.
Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:
1. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian anteseden.
Jika hujan, saya naik becak.
Sekarang hujan.
Jadi saya naik becak.
2. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuen.
Bila hujan, bumi akan basah.
Sekarang bumi telah basah.
Jadi hujan telah turun.
3. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari anteseden.
Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka
kegelisahan akan timbul.
Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa,
Jadi kegelisahan tidak akan timbul.
4. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuen.
Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah.
Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.
Hukum-hukum Silogisme Hipotetik
Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting di sini dalah menentukan ‘kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar.
Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen .engan B, jadwal hukum silogisme hipotetik adalah:
1) Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
2) Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
3) Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
4) Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.
Kebenaran hukum di atas menjadi jelas dengan penyelidikan
berikut:
Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi
Nah, peperangan terjadi.
Jadi harga bahan makanan membubung tinggi.( benar = terlaksana)
Benar karena mempunyai hubungan yang diakui kebenarannya
Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi
Nah, peperangan terjadi.
Jadi harga bahan makanan tidak membubung tinggi (tidak sah = salah)
Tidak sah karena kenaikan harga bahan makanan bisa disebabkan oleh sebab atau faktor lain.
c. Silogisme Disjungtif
Silogisme disjungtif adalah silogisme yang premis mayornya keputusan disyungtif sedangkan premis minornya kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya.
Silogisme ini ada dua macam, silogisme disyungtif dalam arti sempit dan silogisme disyungtif dalam arti luas. Silogisme disjungtif dalam arti sempit mayornya mempunyaialternatif kontradiktif, seperti:
la lulus atau tidak lulus.
Ternyata ia lulus, jadi
la bukan tidak lulus.
Silogisme disyungtif dalam arti luas premis mayomya mempunyai alternatif bukan kontradiktif, seperti:
Hasan di rumah atau di pasar.
Ternyata tidak di rumah.
Jadi di pasar.
Silogisme disyungtif dalam arti sempit maupun arti iuas mempunyai dua tipe yaitu:
1) Premis minornya mengingkari salah satu alternatif, konklusi-nya adalah mengakui alternatif yang lain, seperti:
la berada di luar atau di dalam.
Ternyata tidak berada di luar.
Jadi ia berada di dalam.
Ia berada di luar atau di dalam.
temyata tidak berada di dalam.
Jadi ia berada di luar.
2) Premis minor mengakui salah satu alternatif, kesimpulannya adalah mengingkari alternatif yang lain, seperti:
Budi di masjid atau di sekolah.
la berada di masjid.
Jadi ia tidak berada di sekolah.
Budi di masjid atau di sekolah.
la berada di sekolah.
Jadi ia tidak berada di masjid.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber: