Sabtu, 21 Mei 2011

Banner Bergerak

1. Kunjungi www.flashvortex.com
2. Pada Menu Bar atas pilih Banners
3. Pilih tampilan
4. Jika sudah mantap, klik Click Here to Edit dibawah tampilan yang Anda pilih
5. Lakukan pengaturan, Anda bisa dengan leluasa
6. Jika sudah, pada bagian bawah pengaturan klik tombol Generate Animation
7. Nah, muncul halaman baru, pada bagian Easy, dibawahnya ada kode HTML yang dapat anda copy-paste ke gadget HTML anda...


sumber:http://www.masdoyok.co.cc/2009/07/pasang-banner-bergerak-gratis.html

Minggu, 15 Mei 2011

VOTE FOR THIS!

B L O O D Y B O N E

Pengembangan Organisasi Birokrasi


ARTI BIROKRASI :Government By Bureusà yaitu pemerintahan biro oleh aparat yang diangkat oleh pemegang Kekuasaan baik dalam organisasi formal publik maupun privat ( Rigss ) Birokrasi sebagai tipe ideal organisasi à konsep organisasi rasionalistik melalui aktivitas kolektif dari weber Birokrasi sebagai sifat pemerintahan yang kaku, bertele-tele tuduhan yang negatif terhadap instansi yang berkuasa à Biropatologi Birokrasi Indonesia Buruknya birokrasi tetap menjadi salah satu problem terbesar yang dihadapi Asia. 
Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang berbasis di Hongkong meneliti pendapat para eksekutif bisnis asing (expatriats), hasilnya birokrasi Indonesia dinilai termasuk terburuk dan belum mengalami perbaikan berarti dibandingkan keadaan di tahun 1999,meskipun lebih baik dibanding keadaan Cina, Vietnam dan India. Birokrasi Indonesia Di tahun 2000, Indonesia memperoleh skor 8,0 atau tak bergerak dari skor 1999, dari kisaran skor yang dimungkinkan,
yakni nol untuk terbaik dan 10 untuk terburuk. Skor 8,0 atau jauh di bawah rata-rata ini diperoleh berdasarkan pengalaman dan persepsi expatriats yang menjadi responden bahwa antara lain menurut mereka masih banyak pejabat tinggi pemerintah Indonesia yang memanfaatkan posisi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan orang terdekat. 
Birokrasi Indonesia Para eksekutif bisnis yang disurvei PERC juga berpendapat, sebagian besar negara di kawasan Asia masih perlu menekan hambatan birokrasi (red tape barriers). Mereka juga mencatat beberapa kemajuan, terutama dengan tekanan terhadap birokrasi untuk melakukan reformasi. Birokrasi Indonesia Reformasi menurut temuan PERC terjadi di beberapa negara Asia seperti Thailand dan Korea Selatan. Peringkat Thailand dan Korea Selatan tahun 2000 membaik, meskipun di bawah rata-rata, yakni masinng-masing 6,5 dan 7,5 dari tahun lalu yang 8,14 dan 8,7. Tahun lalu (1999), hasil penelitian PERC menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat korupsi tertinggi dan sarat kroniisme dengan skor 9,91 untuk korupsi dan 9,09 untuk kroniisme dengan skala penilaian yang sama antara nol yang terbaik hingga sepuluh yang terburuk. Penyakit Birokrasi Menurut Blau dan Meyer: Kecenderungan birokrasi dan birokratisasi pada masyarakat modern benar-benar dipandang memprihatinkan, sehingga digambarkan adanya ramalan mengenai makin menggejalanya dan berkembangnya praktek-praktek birokrasi yang paling rasionalpun, tidak bisa lagi dianggap sebagai kabar menggembirakan, melainkan justru merupakan pertanda malapetaka dan bencana baru yang menakutkan Gejala-gejala penyakit Birokrasi Siagian (1994), misalnya, mengakui adanya patologi birokrasi.
 Hal itu dicirikan oleh kecenderungan patologi karena persepsi, perilaku dan gaya manajerial, masalah pengetahuan dan ketrampilan, tindakan melanggar hukum, keperilakuan, dan adanya situasi internal. Kartasasmita (1995) menyebutkan, bahwa birokrasi memiliki kecenderungan mengutamakan kepentingan sendiri (self serving), mempertahankan statusquo dan resisten terhadap perubahan, dan memusatkan kekuasaan. Islamy (1998:8), birokrasi di kebanyakan negara berkembang termasuk Indonesia cenderung bersifat patrimonialistik : tidak efesien, tidak efektif (over consuming and under producing), tidak obyektif, menjadi pemarah ketika berhadapan dengan kontrol dan kritik, tidak mengabdi kepada kepentingan umum, tidak lagi menjadi alat rakyat tetapi telah menjadi instrumen penguasa dan sering tampil sebagai penguasa yang sangat otoritatif dan represif. Hasil penelitian Santoso, 1993; Thaba, 1996; Fatah, 1998), bahwa birokrasi di Indonesia ada kecenderungan berkembang kearah “parkinsonian”, dimana terjadinya proses pertumbuhan jumlah personil dan pemekaran struktur dalam birokrasi secara tidak terkendali. Pemekaran yang terjadi bukan karena tuntutan fungsi, tetapi semata-mata untuk memenuhi tuntutan struktur.Disamping itu terjadinya birokrasi “orwellian” yakni proses pertumbuhan kekuasaan birokrasi atas masyarakat, sehingga kehidupan masyarakat menjadi dikendalikan oleh birokrasi. 

Akibatnya, birokrasi Indonesia semakin membesar (big bureaucracy) dan cenderung tidak efektif dan tidak efesien. Pada kondisi yang demikian, sangat sulit diharapkan birokrasi siap dan mampu melaksanakan kewenangan-kewenangan barunya secara optimal. Gejala demikian menunjukkan bahwa birokrasi dan birokratisasi tidak pernah tampil dalam bentuk idealnya. Alasannya, nampak dalam praktek kerjanya antara lain: Pertama, manusia birokrasi tidak selalu berada (exist) hanya untuk organisasi. Kedua, birokrasi sendiri tidak kebal terhadap perubahan sosial. Ketiga,birokrasi dirancang untuk semua orang. Keempat, dalam kehidupan keseharian manusia birokrasi berbeda-beda dalam kecerdasan, kekuatan, pengabdian dan sebagainya, sehingga mereka tidak dapat saling dipertukarkan untuk peran dan fungsinya dalam kinerja organisasi birokrasi. Islamy (1998:7) menyebutkan keadaan birokrasi publik dengan istilah organizational slack yang ditandai dengan menurunnya kualitas pelayanan yang diberikannya Karalteristik organizational slack adalah orientasi pelayanan yang kaku, visi pelayanan yang sempit, penguasaan terhadap administrative engineering yang tidak memadai, dan semakin bertambah gemuknya unit-unit birokrasi publik yang tidak difasilitasi dengan 3P (personalia, peralatan dan penganggaran) yang cukup dan handal (viable bureaucratic infrastructure).
 Dampaknya Akibatnya, aparat birokrasi publik menjadi lamban dan sering terjebak ke dalam kegiatan rutin, tidak responsif terhadap aspirasi dan kepentingan publik serta lemah beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Sebagai konsekuensinya, perlu dipertanyakan mengenai posisi aparat pelayanan ketika berhadapan dengan masyarakat atau kliennya Apakah birokrasi publik itu alat rakyat? Alat penguasa? Ataukah penguasa itu sendiri? Pengembangan Birokrasi Guna merespon kesan buruk birokrasi seperti itu : Melakukan perubahan lingkungan kerja, salah satunya masukan Gifford and Pinchot, Elizabeth, dalam The End of Bureaucracy and The Rise of The Intelligent Organization Melakukan beberapa perubahan sikap dan perilakunya (a) birokrasi harus lebih mengutamakan sifat pendekatan tugas yang diarahkan pada hal pengayoman dan pelayanan masyarakat; dan menghindarkan kesan pendekatan kekuasaan dan kewenangan; (b) birokrasi perlu melakukan penyempurnaan organisasi yang bercirikan organisasi modern, ramping, efektif dan efesien yang mampu membedakan antara tugas-tugas yang perlu ditangani dan yang tidak perlu ditangani (termasuk membagi tugas-tugas yang dapat diserahkan kepada masyarakat); (c)birokrasi harus mampu dan mau melakukan perubahan sistem dan prosedur kerjanya yang lebih berorientasi pada ciri-ciri organisasi modern yakni : pelayanan cepat, tepat, akurat, terbuka dengan tetap mempertahankan kualitas, efesiensi biaya dan ketepatan waktu; (d) birokrasi harus memposisikan diri sebagai fasilitator pelayan publik dari pada sebagai agen pembaharu pembangunan; (e) birokrasi harus mampu dan mau melakukan transformasi diri dari birokrasi yang kinerjanya kaku (rigid) menjadi organisasi birokrasi yang strukturnya lebih desentralistis, inovatif, fleksibel dan responsif. Berikut ini paradigma baru atau model yang ditawarkan untuk birokrasi Indonesia masa depan adalah : Perlu dibangun birokrasi berkultur dan struktur rasional-egaliter, bukan irasional-hirarkis.
  Caranya dengan pelatihan untuk menghargai penggunaan nalar sehat dan mengunakan hasil-hasil ilmu pengetahuan. Perlunya memiliki semangat pioner, bukan memelihara budaya minta petunjuk dari atasan. Perlu dibiasakan mencari cara-cara baru yang praktis untuk pelayanan publik, inisiatif, antisipatif dan proaktif, cerdas membaca keadaan kebutuhan publik, memandang semua orang sederajat di muka hukum, menghargai prinsip kesederajatan kemanusian, setiap orang yang berurusan diperlakukan dengan sama pentingnya. Birokrasi yang propartisipan-outonomus bukan komando-hirarkis. Birokrasi Indonesia ke depan perlu mendukung dan melakukan peran pemberdayaan dan memerdekakan masyarakat untuk berkarya dan berkreatifitas. Perlu dikurangi kadar pengawasan dan represi terhadap hak ekspresi masyarakat. Perlu ditinggalkan cara-cara penguasaan masyarakat lewat kooptasi kelembagaan dan dihindari sikap dominasi. Birokrasi bertindak profesional terhadap publik. Berperan menjadi pelayan masyarakat (public servent). 

Dalam memberikan pelayanan ada transparansi biaya dan tidak terjadi pungutan liar. PNS perleu memberikan informasi dan transparansi sebagai hak masyarakat dan bisa dimintai pertanggungjawabannya (public accountibility) lewat dengar pendapat (hearing) dengan legislatif atau kelompok kepentingan yang datang. Melakukan pemberdayaan publik dan mendukung terbangunnya proses demokratisasi. meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam melayani publik secara kompetitif, bukan minta dilayani atau membebani masyarakat dengan pungutan liar, salah urus, dan ketidakpedulian. Birokrasi yang melakukan rekruitmen sumber daya manusianya melalui seleksi fit and proper test, bukan mengangkat staf atau pimpinan karena alasan kolusi dan nepotisme. Birokrasi yang memberikan reward merit system (memberikan penghargaan dan imbalan gaji sesuai pencapaian prestasi) bukan spoil system (hubungan kerja yang kolutif, diskriminatif dan kurang mendidik, pola reward dan punishment kurang berjalan). Birokrasi yang bersikap netralitas politik, tidak diskriminatif, tidak memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan partai politik tertentu. 
Menurut Gifford and Pinchot, Elizabeth, The End of Bureaucracy and The Rise of The Intelligent Organization adalah : Birokrasi yang saling bersaing antar bagian dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam melayani publik secara kompetitif, bukan minta dilayani atau membebani masyarakat dengan pungutan liar, salah urus, dan ketidakpedulian. Birokrasi yang melakukan rekruitmen sumber daya manusianya melalui seleksi fit and proper test, bukan mengangkat staf atau pimpinan karena alasan kolusi dan nepotisme. Birokrasi yang memberikan reward merit system (memberikan penghargaan dan imbalan gaji sesuai pencapaian prestasi) bukan spoil system (hubungan kerja yang kolutif, diskriminatif dan kurang mendidik, pola reward dan punishment kurang berjalan). Birokrasi yang bersikap netralitas politik, tidak diskriminatif, tidak memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan partai politik tertentu.

sumber:http://dedek-mustafa-syahri.blog.friendster.com/2008/02/pengembangan-organisasi-birokrasi/

Sabtu, 14 Mei 2011

Kisah Nabi Shaleh AS dan Pekikan Malaikat Jibril AS

"Sesungguhnya Kami menimpakan atas merekasatu suara yang keras mengguntun.Maka jadilah mereka seperti rumput yang kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang." [QS Al-Qamar:3].
  Suatu ketika Nabi Shaleh AS mengatakan,"Pada zaman ini akan lahir seorang anak yang kelak menjadi penyebab kebinasaan bangsa ini".Mendengar perkataan Nabi Shaleh AS tersebut,para tokoh negeri segera berkumpul dan mendiskusikan bagaimana agar yang dikatakan oleh Nabi Shaleh tak menjadi kenyataan.Mereka pun sampai pada satu kesimpulan yang disepakati,yakni Kaum lelaki mereka tidak diperbolehkan menyetubuhi istri-istrinya dan bila ada perempuan yang diketahui mengandung dan kemudian melahirkan seorang anak laki-laki,maka anak laki-laki itu harus dibunuh.
Waktu pun terus berjalan,sudah sembilan orang yang membunuh anak lelakinya sendiri,seketika setelah kelahirannya.Mereka tampak melaksanakan kesepakatan bersama itu dengan penuh kesungguhan,semata-mata karena mereka mengkhawatirkan apa yang dikatakan oleh Nabi Shaleh AS.
Karena Khamr
Syahdan,di suatu negeri,seorang perempuan melahirkan anak lelaki.Setelah anak itu lahir,suami perempuan tersebut tidak berkenan untuk membunuhnya,sebab sudah sekian lama mereka tidak mempunyai anak.Anak itu diberi nama 'Qudar'.Qudar pun beranjak remaja.Berita kelahirannya memang tidak diketahui,sehingga keselamatannya tidak terganggu.seiring berjalannya waktu hingga berlalu belasan tahun,kekecewaan dan kemarahan pun merebak di tengah-tengah masyarakat atas diri Nabi Shalih AS.Mereka menuduhnya telah berkata dusta.Maka sekelompok orang dari mereka pun mengadakan rapat khusus dengan sebuah agenda,yakni pembunuhan terhadap Nabi Shalih AS.
Dalam Al-Qur'an disebutkan,"Dan adalah di kota itu (Hijr,negeri kaum Tsamud) sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi,dan mereka tidak berbuat kebaikan."-QS An-Naml:48

Mereka,termasuk Qudar di dalamnya,bersepakat,"Kita pergi jauh.Kemudian kembali dengan menyamar.Selanjutnya,kita bunuh Shalih.Sementara di hadapan keluarganya (bila didakwa sebagai pembunuhnya),kita akan bersumpah atas nama Allah bahwa kita benar-benar tidak membunuhnya.Bahkan tidak tahu-menahu siapa pembunuhnya."
Suatu Hari,yaitu pada hari jatah sumber air untuk unta Nabi Shalih AS (saat itu masing-masing hari dan masing-masing sumber air telah memiliki jatah orang masing-masing.),mereka mengalami kesulitan.Maka,di tengah-tengah mereka yang sedang dalam pesta minuman keras,Qudar berdiri dan berkata,"Aku punya ide baik.Aku akan membunuh unta Shalih".Dengan gegap gempita mereka menyambut rencana itu,"Betul.Bagus.Kami setuju."
Maka Qudar mengambil pedang keluar,dan bersembunyi di suatu jalan,tempat yang akan dilewati unta Nabi Shalih AS.Begitu unta telah dekat,dengan segera ia menghantam dan membunuh unta itu.Saat itu ia bermaksud sekalian membunuh anak unta tersebut.Tetapi anak unta itu segera berlari ke arah pegunungan.Maka terbelahlah pengunungan itu atas kehendak Allah.Dan anak unta itu pun masuk ke dalam perut pegunungan.
Mengenai hari ini,Sa'id bin Al-Musayyab rahimahullah berkata,"Sebab pendorong pembunuhan terhadap seekor unta Nabi Shalih adalah khamr.Sebab munculnya fitnah terhadap Harut dan Marut adalah khamr.Sebab terbunuhnya Nabi Yahya AS adalah khamr.Sebab kaum Nabi Nuh AS menyakiti beliau adalah khamr.Sebab penyembahan terhadap anak sapi (emas buatan di masa Nabi Musa) oleh bani israil adalah khamr.Sebab pembunuhan Ustman bin Affan RA adalah khamr.Dan sebabnya pembantaian terhadap Husain bin Ali RA adalah khamr.Demikianlah (kerusakan yang dibuat oleh khamr) sebagaimana diungkap Rasulullah SAW,"Khamr adalah induk segalan kejahatan."
Akibat Menantang Kebesaran Allah SWT
Nabi Shalih mengetahui perihal pembunuhan unta miliknya,Ia pun mengatakan kepada kaumnya,"Bersukarialah kaliah di negeri kalian ini selama tiga hari.Sesudah itu akan terjadi adzab besar menimpa kalian.Tanda-tanda sebelumnya adalah:pada hari pertama wajah kalian akan memerah,hari kedua wajah kalian akan menguning,dan pada hari ketiga wajah kalian akan menghitam."
Tiga hari telah berlalu.Ketika tanda-tanda itu telah nyata terjadi selama tiga hari beturut-turut,kaum itu kembali membuat rencana jahat."Sekarang,kita bunuh Shalih sebagaimana kita telah bunuh untanya."
Mereka pun menyerbu rumah Shalih AS.Di saat yang sama,pada hari itu,yaitu hari Rabu,waktu ketika Jibril AS datang dan berada di perbatasan negeri itu,Jibril AS pun menggoyangkan negeri itu dengan suara,yaitu suara yang keras sekali.Lantaran suara yang mahadahsyat itu,kaum itu semuanya mati,kecuali Nabi Shalih AS.

struktur pasar konsumen

( Herwanp,msi.etika.an.fisip.2009 )

Bentuk-Bentuk Struktur Pasar Konsumen - Persaingan Sempurna, Monopolistik, Oligopoli dan Monopoli
1. Pasar Persaingan Sempurna.
Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain.
Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :- Jumlah penjual dan pembeli banyak
- Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
- Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
- Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
- Posisi tawar konsumen kuat
- Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
- Sensitif terhadap perubahan harga
- Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar
2. Pasar Monopolistik.
Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya.
Sifat-sifat pasar monopolistik :- Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
- Mirip dengan pasar persaingan sempurna
- Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
- Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
- Relatif mudah keluar masuk pasar


3. Pasar Oligopoli.
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya.
Sifat-sifat pasar oligopoli :- Harga produk yang dijual relatif sama
- Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
- Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
- Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain
4. Pasar Monopoli.
Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (PLN), perusahaan kereta api (PT.KAI), dan lain sebagainya.
Sifat-sifat pasar monopoli :- Hanya terdapat satu penjual atau produsen
- Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli
- Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak
- Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya yang sulit didapat
- Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan
- Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses
Tambahan :- Monopsoni adalah kebalikan dari monopoli, yaitu di mana hanya terdapat satu pembeli saja yang membeli produk yang dihasilkan.
- Monopoli adalah sesuatu yang dilarang di Republik Indonesia yang diperkuat dengan undang-undang anti monopoli.



sumber:http://bit.ly/fBfbYr